Skip to content

Iqra’ Lagi…

Desember 20, 2015

Sungguh mengherankan mendengarkan kaum muslimin mengatakan bahwa mereka bosan membaca! Padahal membaca adalah salah satu hobi terbaik yang dimiliki oleh seseorang. Namun sungguh menyedihkan ketika mengetahui bahwa kebanyakan dari kita tidaklah diperkenalkan dengan buku-buku yang menakjubkan dunia. Ini adalah beberapa alasan bagi kita untuk memulai kebiasaan ini… sebelum Anda tertinggal di belakang dalam segala hal.

 

  1. Membaca merupakan proses mental secara aktif. Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation, dll), membaca membuat Anda menggunakan otak Anda. Ketika membaca, Anda akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang Anda belum mengetahuinya. Dalam proses ini, Anda akan menggunakan sel abu-abu otak Anda untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.

 

  1. Membaca akan meningkatkan kosakata Anda. Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum Anda ketahui.

 

  1. Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus. Anda perlu untuk bisa fokus terhadap buku yang sedang Anda baca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab Anda perlu berkonsentrasi untuk membaca. Seperti otot, Anda akan menjadi lebih baik di dalam berkonsentrasi.

 

  1. Membangun kepercayaan diri. Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak pengetahuan yang Anda dapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Karena Anda adalah seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari Anda untuk mencari suatu jawaban. Perasaan Anda terhadap diri Anda sendiri akan semakin baik. [Namun ingat, ikhlas tetap merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan, dan berhati-hatilah dari sikap merasa bangga diri. Bersyukurlah selalu kepada Allah atas secuil pengetahuan yang Anda miliki].

 

  1. Meningkatkan memori. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda tidak menggunakan memori anda, Anda bisa kehilangannya. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu Anda meregangkan “otot” memori Anda dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.

 

  1. Meningkatkan kedisplinan. Mencari waktu untuk membaca adalah sesuatu yang kita sudah mengetahuinya untuk dilakukan. Namun, siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal harian Anda dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.

 

  1. Meningkatkan kretivitas. Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri Anda terhadap ide dan informasi baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak Anda, karena otak Anda akan menyerap inovasi tersebut ke dalam proses berfikir Anda.

 

  1. Mengurangi kebosanan. Salah satu kebiasaan yang saya miliki adalah, apabila saya merasa bosan, maka saya akan mengambil buku dan mulai membacanya. Apa yang saya temukan dengan berpegang kepada kebiasaan ini adalah, saya menjadi semakin tertarik dengan suatu bahasan buku dan saya sudah tidak bosan lagi. Maksud saya, jika Anda merasa bosan, Anda akan merasa lebih baik dengan membaca buku yang bagus, bukan? Jika Anda ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan kecerdasan.

JTJ-Jauhi Teman Jelek

November 20, 2015

 

Lingkungan sangat berpengaruh pada kepribadian seseorang. Jika kita berada dalam lingkungan yang baik, maka kita akan ikut baik. Sebaliknya jika berada dalam lingkungan yang jelek, kita pun akan terpengaruh jeleknya. Pertemanan dan pergaulan semacam ini mesti dijauhi apalagi jika kita tak bisa memberikan pengaruh.

Coba perhatikan saja, orang yang tingkah lakunya kewanitaan, bergaya banci, ia bisa terus seperti itu karena faktor pergaulan. Ada juga yang suka merokok dan minum miras, juga terpengaruh jelek karena pertemanan.Ada pula yang tidak mau kalah ingin punya pacar, itu juga karena dipengaruhi oleh teman-teman yang saling bersaing untuk memiliki cewek sebagai pasangan jalan.Andaikata ia memiliki lingkungan yang bagus, tentu tidak akan rusak seperti itu.

Kami teringat akan nasehat Malik bin Dinar di mana ia berkata,كُلُّ جَلِيْسٍ لاَ تَسْتَفِيْدُ مِنْهُ خَيْرًا فَاجْتَنِبْهُ

“Setiap pertemanan yang tidak mendatangkan kebaikan apa-apa bagimu, maka jauhilah.” (Hilyatul Auliya’, 1: 51, dinukil dari At Tadzhib Al Mawdhu’iy li Hilyatil Auliya’, hal. 471).

Rasul pun mengarahkan kita agar memiliki lingkungan yang baik dalam bergaul. Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ

“Janganlah engkau bergaul kecuali dengan seorang mukmin. Janganlah memakan makananmu melainkan orang bertakwa.” (HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395. Hadits ini hasan kata Syaikh Al Albani).Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2: 344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Oleh karena itu, adik-adik remaja sekalian, perhatikanlah siapa teman karib kalian. Pilihlah teman-teman yang baik dan jauhi teman-teman yang jelek akhlaqnya. Hanya Allah yang memberi taufik.    ( by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc,1435 H)

Konsumen Cerdas Bukti Indonesia Bangsa Cerdas

Maret 17, 2013

Konsumen cerdas.

Ya, sudah sepantasnya kita mampu menjadi konsumen yang cerdas. Terlebih bila kita termasuk dalam orang-orang kosumtif yang membeli barang dan jasa tanpa mempertimbangkan unsur-unsur penting yang menjadi hak setiap konsumen.

Kita perlu mengingat pesan yang kerap dikatakan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bahwa penjual dan pembeli dalam hal ini konsumen mempunyai ikatan hubungan yang erat dalam proses jual beli.

Ini artinya, semua masyarakat selaku konsumen harus bisa menjadi konsumen yang cerdas, teliti, dan cermat dalam memilih barang-barang yang akan dikonsumsi. Selain itu, setiap orang juga harus mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen yang baik.Kita dapat mencari informasi secara lengkap di Direktorat jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen

Untuk menjadi konsumen cerdas tidaklah terlalu rumit. Beberapa kiat yang selalu disosialiasai Kementerian Perdagangan di bawah ini setidaknya bisa menjadi pegangan setiap konsumen.

Untuk dapat menjadi konsumen cerdas, yaitu sebagai konsumen harus dapat menegakkan hak dan kewajibannya, lakukanlah hal-hal ini, yaitu teliti sebelum membeli, memperhatikan label, kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa, memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan standar mutu K3L, serta membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan.

Terpenting dari itu, sebagai konsumen kita semua juga harus dapat mempertahankan dan meningkatkan tanggung jawab sosial sebagai konsumen dengan cara membeli produk dalam negeri, bijak menjaga bumi, dan pola konsumsi pangan yang sehat.

Sebagai konsumen kita juga harus tahu bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi oleh Undang-undang dan mengetahui akses ke lembaga perlindungan konsumen untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan pengetahuan ini maka tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya bisa menjadi lebih tinggi.

Seperti telah kita ketahui, pemerintah telah membuat regulasi atau payung hukum untuk melindungi konsumen, dan secara rutin pemerintah juga melakukan pengawasan. Namun tanpa dukungan nyata dari konsumen payung hukum yang telah ditetapkan pemerintak tidaklah akan efektif.

Karena itu, sejalan dengan upaya tersebut, maka tak kalah pentingnya adalah partisipasi aktif konsumen untuk bersikap kritis dan membantu Pemerintah dalam melakukan pengawasan

Pengawasan Pemerintah Dilakukan Demi Perlindungan Konsumen

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tak pernah berhenti meningkatkan pengawasan barang beredar terhadap produk non-pangan maupun pangan. Selain untuk melindungi konsumen, pengawasan secara berkesinambungan akan menciptakan iklim usaha yang sehat di Tanah Air. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat mengumumkan hasil pengawasan barang beredar dan jasa di kantor Kementerian Perdagangan pada Januari 2013.

“Pengawasan tersebut juga dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi dan penggunaan produk dalam negeri serta mencegah distorsi pasar dari peredaran produk impor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Wamendag.

Sementara itu, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak juga berpendapat sama. Menurutnya, peran pengawasan pemerintah dalam mengatur barang beredar dan jasa senantiasa dilakukan agar kualitas perlindungan konsumen meningkat. Saat ini saja masih banyak barang dan jasa yang beredar di masyarakat yang menyalahi aturan pemerintah.

Setidaknya, pada pengawasan Tahap VI yang dilakukan selama bulan November – Desember 2012 lalu telah ditemukan 100 produk yang diduga tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Dari 100 produk tersebut sebanyak 8 produk di antaranya diduga melanggar persyaratan terkait Standar Nasional Indonesia (SNI), 29 produk diduga melanggar ketentuan Manual dan Kartu Garansi (MKG), 62 produk diduga melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia, serta 1 produk yang tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya.

Sementara hasil pengawasan yang dilakukan oleh Kemendag secara keseluruhan selama kurun waktu tahun 2012 telah ditemukan 621 produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan. Jumlah temuan ini meningkat sebesar 28 produk dibandingkan tahun 2011. Dari temuan tersebut 61% merupakan produk impor dan 39% merupakan produksi dalam negeri.

Berdasarkan jenis pelanggarannya sebesar 34% produk diduga melanggar persyaratan SNI, 22% diduga melanggar MKG, 43% diduga melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia, serta 1% diduga tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya.

Sedangkan berdasarkan kelompok produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan, sebanyak 39% merupakan produk elektronika dan alat listrik, 20% produk alat rumah tangga, 13% produk suku cadang kendaraan, serta sisanya adalah produk bahan bangunan, produk makanan minuman dan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Adapun langkah-langkah yang telah diambil sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, yaitu untuk pelanggaran pidana, sebanyak 2 produk telah dilimpahkan ke Kejaksaan (P21), 3 produk tidak dapat dilanjutkan karena tersangkanya meninggal dunia, dan beberapa produk masih dalam penyidikan.

Sementara untuk pelanggaran administrasi, telah dilakukan pemberian peringatan tertulis kepada para pelaku usaha dari 348 produk, permintaan penarikan 8 produk, pembinaan terhadap asosiasi, serta pemanggilan para pelaku usaha guna keperluan penyidikan dan pengumpulan keterangan.

Wamendag menjelaskan bahwa sebagai bentuk upaya mewujudkan perlindungan konsumen yang lebih optimal, Kemendag telah menetapkan dua sasaran program pengawasan barang beredar di tahun 2013.

Pertama, Kemendag akan meningkatkan efektifitas Pengawasan Barang Beredar di daerah perbatasan melalui kegiatan Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB), pelaksanaan pengawasan berkala/khusus, crash program, pengawasan implementasi label dalam Bahasa Indonesia dan MKG, serta pengawasan distribusi.

Kedua, Kemendag akan mengoptimalisasi penegakan hukum melalui peningkatan kualitas koordinasi aparat penegakan hukum dan pendampingan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) di daerah.
Penegakan Hukum untuk Perlindungan Konsumen

Pemerintah terus mengoptimalkan peningkatan penegakan hukum di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal di Tanah Air. Terakhir, pada awal Januari 2013, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bersama dengan Kepala Bareskrim POLRI Irjen Pol Sutarman, dan disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menandatangani Nota Kesepahaman terkait hal tersebut.

Mendag menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan keterpaduan operasional dalam penanganan tindak pidana di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen (PPNS-PK), Penyidik Pegawai Negeri Sipil Metrologi Legal (PPNS-MET), yang didukung oleh Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak dengan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian yang juga selaku Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucky S. Slamet tentang Kerjasama Pengawasan Barang Untuk Produk Non Pangan, Pangan Olahan, dan Pangan Segar.


Dirjen SPK Nus Nuzulia Ishak menegaskan bahwa kerja sama ini akan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan barang beredar meliputi produk non pangan, pangan olahan, dan pangan segar khusus dalam rangka melindungi konsumen.

Selain itu, kerja sama ini juga dapat menjadi wadah pertukaran informasi terkait pengawasan peredaran produk non pangan, pangan olahan dan pangan segar yang beredar di pasar. Dan tentunya meningkatkan pemberdayaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

 

Objek pengawasan untuk produk non pangan, antara lain meliputi pemenuhan standar, pencantuman label, petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan/garansi dalam Bahasa Indonesia, sedangkan untuk produk pangan segar dan pangan olahan meliputi aspek keamanan, mutu, dan gizi serta pencantuman label.

 

 

Dengan adanya Nota Kesapahaman ini, maka penegakan hukum dapat dilakukan secara lebih intensif sehingga meminimalisir keberadaan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sasarannya selain untuk perlindungan konsumen, juga untuk pengamanan pasar dalam negeri, sekaligus mendukung terciptanya kepastian hukum dalam berusaha untuk dapat menarik investasi di Indonesia.

Disamping itu, kerja sama ini juga dilakukan sebagai antisipasi agar barang-barang yang beredar di wilayah Indonesia memenuhi kaedah keselamatan, keamanan dan kesehatan serta lingkungan hidup dan layak digunakan, dimanfaatkan, serta dikonsumsi oleh masyarakat.

Mengapa Anak Sekolah Suka Pawai Setelah Dinyatakan Lulus Ujian Nasional?

Mei 24, 2011

1. Karena di sekolah jarang diperbolehkan pawai, sebagian waktu untuk duduk di kelas, kursi yang statis, tidak ada mobilitas, kalau pawai penuh mobilitas. Intinya masa sekolah kurang bahagia.
2. Pawai itu bisa untuk pamer dan cari perhatian, kalau tidak pawai siapa yang tahu kalau dia sudah lulus sekolah? Paling cuma teman sekelas dan ortu, kalau pawai, semua orang bisa tahu kalau dia sudah lulus.Intinya, prestasinya sampai saat itu kurang dihargai dan butuh dihargai.

3. Pawai  itu sudah dianggap tradisi cara merayakan keberhasilan, seperti yang sering dilihat mereka waktu ada keberhasilan para wakil daerahnya dibidang olahraga dll. Intinya mereka cuma meniru tradisi yang ada dan merasa haknya berpawai,  sama dengan para juara itu.

4. Mereka berpawai dengan motor dll karena memang ada fasilitasnya, mereka punya atau bisa memakainya. Coba kalau tidak ada itu semua, hari gini  siapa mau capek-capek jalan kaki pelan-pelan di jalanan? Intinya, ada kemudahan yang mendukung.

5. Mereka pawai karena tidak ada kesibukan lain yang mereka kerjakan. mereka dalam posisi menunggu dan rata-rata aktivitasnya sudah nol alias nganggur. Coba kalau para pelajar ini punya aktifitas bisnis atau kerjaan yang cukup menyita waktu mereka, mana sempat pawai? Enakan cari duit atau cari ilmu baru di luar mapel sekolah (ngoprek komputer, otomotif, gadget, elektro, penelitian). Intinya, mereka pengangguran tidak kentara.

Sepuluh Hal Tidak Berguna

Februari 26, 2009
  1. Ilmu yang tidak diamalkan
  2. Amalan yang tidak ikhlas
  3. Uang yang ditimbun (tak dibelanjakan untuk dinikmati oleh pemiliknya selama di dunia maupun di sedekahkan untuk dinikmati di akhirat.)
  4. Hati yang kosong dari mencintai dan merindukan Allah, serta mencari kedekatan pada-Nya
  5. Badan yang tidak menaati dan beribadah pada Allah
  6. Mencintai Allah tanpa mengikuti perintah-Nya atau apa yang disukai-
  7. Waktu yang tak digunakan untuk menebus dosa atau merampas/menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik
  8. Pikiran yang memikirkan tentang hal-hal tak berguna
  9. Melayani orang-orang (pekerjaan) yang tak membawa kedekatan pada Allah, atau tak menguntungkan bagi kehidupan Anda
  10. Berharap dan takut pada siapapun yang ada di bawah kekuasaan Allah, sementara orang/makhluq itu tak mampu membawa manfaat dan mudharat pada dirinya sendiri, tentang hidup atau mati, diapun tak mampu membangkitkan diri dari kematian.

Namun, yang terbesar dari hal-hal ini adalah memboroskan hati dan membuang-buang waktu. Memboroskan hati dilakukan dengan lebih menyukai hal keduniwian daripada hal keakhiratan. Memboroskan waktu dilakukan dengan mempunyai harapan yang berulang-ulang. Kerusakanterjadi dengan mengikuti keinginan seseorang dan terus menerus berharap, sementara seluruh kebaikan ditemukan dalam mengikuti jalan kebenaran dan mempersiapkan diri untuk bertemu Allah.
Sungguh aneh, saat seorang hamba Allah punya masalah (keduniaan) dia meminta pertolongan Allah, tetapi tak pernah meminta pada Allah untuk menyembuhkan hatinya sebelum matinya dari ketidaktahuan, kelalaian, memenuhi kemauan seseorang dan terlibat bidah. Memang, ketika hati mati, seseorang tidak akan pernah merasakan arti dan dampak dari dosa-dosanya.

Ibn Qayyim al Jawziyyah
http://www.islaam.com

Jalan ke Jogja, Jalan-jalan ke Masa Remaja

Februari 23, 2009

Rabu sore, (18/02), kami (me and my wife), menyempatkan berjalan-jalan ke Jog-Yes ( Malioboro). Cukup lama saya tidak merasakan suasana sore di kota gudheg ini. Masih ingat, paling-paling seringnya dulu saya jalan ke sana sama teman-teman cowok. Bedanya sekarang sudah jalan sama istri (:-)). Tentu selalu ada perubahan fisik yang terjadi, namun suasananya bagi saya tidak banyak berubah. Pengamen kreatif (seniman, mahasiswa) bisa berganti orang karena mereka sudah tidak di Jogja lagi tetapi toh tetap ada pengamen. Para pedagang pinggir jalan pun masih setia berjualan produk kreatif para pengrajin meski mal dan produk industri massal membanjiri. (hmm…kayak di lagunya KLA Project). Baliho Jogja never ending asia juga tampak terpampang di banyak tempat menawarkan promosi wisata.
Tulisan ini tidak menceritakan indahnya Jogja, tetapi sebuah pengamatan perubahan yang terasa dan mengusik hati penulis saat berkeliling di Jogja, terutama mengingatkan masa single dulu.

Kota Jogja, dikenal sebagai kota budaya, kota pelajar, otomatis adalah kotanya para remaja. Mereka yang dari rumah, meninggalkan ortu dan kampung halamannya di seluruh penjuru Indonesia, berniat menuntut ilmu akhirnya berkumpul di Jogja. Rumah saya cuma 1 jam perjalanan dari kota Jogja, meski saya tidak pernah menetap lebih dari tiga bulan di kota ini, saya cukup familier dengan Jogja. Karena sering ke tempat teman-teman sekolah, dari cerita mereka dan yang saya saksikan sendiri, remaja Jogja tidak beda dengan remaja kota metropolis lainnya. Ekspresi seni mereka dikaitkan dengan life style-sesuatu yang indah yang bisa di sapa seni tersebut sangat identik dengan budaya. Dimana ada seni lahirlah budaya. Satu yang saya lihat sangat memprihatinkan saat ini adalah banyak pihak yang kurang mengingatkan para remaja supaya hati-hati dalam mengekspresikan seni dan mengambil budaya.

Kalau siang Jogja masih terasa panas. Meski tak sepanas Surabaya.(Barangkali karena saya lebih lama menikmati Bandung). Hot. Inilah juga hawa dunia remaja sekarang. Kiamat sudah dekat? Wallahu a’lam. Yang memprihatinkan, budaya remaja yang merajalela sekarang ini bisa diibaratkan seperti sedang berganti kulit dengan mengimpor barat dan dimakan mentah-mentah. (Kalau remajanya orang alim sih pasti sudah muntah-muntah setelah makan (budaya) gituan). Tapi bagaimana remaja yang sudah tak mengenal agamanya? Dan agama hanya dijadikan syarat agar diakui menjadi warga Indonesia. (jadi mikir euy?)
Saya jadi ingat masa remaja dulu, dan sekarang mungkin juga masih ada, kalau kita melihat acara televisi buat para remaja seperti MTV-Music Television- ini pun akrab di kalangan remaja Jogja. Di tengah-tengah gencarnya peran indusri, industri entertainmentlah yang melambung tinggi dan dengan mudahnya disusupi para teknokrat barat dengan liberalisasinya. Tayangan silih berganti dan iklan di sana-sini. Gambaran yang secara gamblang mengajak para penikmatnya untuk terjun mengikuti arus yang dibawanya.
Saya berpikir acara seperti MTV yang bisa dibilang acara khusus kawula muda ini nyata-nyata memberi efek yang besar terhadap kehidupan di era global ini terutama bagi kalangan remaja. Sebagai contoh, MTV Pop Style adalah suatu acara khusus yang menyajikan tontonan mengenai gaya dandan artis-artis dalam dan luar negeri. Dalam acara yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini, MTV memberikan kiat dan saran bagaimana agar bisa berdandan ala pesohor (selebritis) ternama. Tak ayal diundang selebritis seperti Missy Elliot, Avril Lavigne, Pink, Oasis, Korn, Rihanna dll yang sedang ngetop. Isinya tentang pembahasan cara mereka dandan, aksesoris yang mereka pakai, nama gaya dandanan mereka, dll. Dan itulah yang malah sering kawula muda tongkrongi dan mereka ambil sebagai budaya yang tak jelas manfaatnya. Pernak pernik seperti kalung, perching, tattoo, dan aneka petingsing lainnya menjadi dikonsumsi remaja. Ini tidak hanya saya lihat di Bandung yang dikenal sebagai Parijs van Java saja tetapi juga di Kesultanan Jogja. Mungkin karena kebebasan yang dijunjungkan, sehingga dijadikan alasan halal bagi mereka. Bak artis luar negeri, life style mereka ditiru habis-habisan.

Masih banyak acara televisi lainnya yang mengajak umat remaja untuk alih budaya seperti planet remaja, berbagai sinetron, dan film. Malahan di beberapa stasiun TV sempat pula menayangkan acara dewasa yang ditayangkan larut malam. Waktu saya SMP teman-teman saya suka ngobrolin tentang tayangan itu. Apalagi yang punya saluran parabola, ceritanya seolah gak masuk akal (langka) tapi nyata. Saya yang rumahnya di kampung otomatis cuma jadi pendengar doang. Bagaimana dengan mereka sekarang? Wah gak kepikir deh sudah seberapa jauh ‘pengetahuan’ mereka terhadap hal-hal yang dianggap tabu ini.
Di kota besar, di tengah senyapnya dunia saat mayoritas manusia pada tidur sebagian remaja berpesta (party, dugem) bersama DJ (disk jockey) dihiasi kemolekan dan erotisnya sexy dancer. Mereka terlelap kebudayaan sesat yang berkutat. Beberapa bulan lalu saat di saya ke Solo, tak jauh dari sebuah kampus, universitas negeri bahkan, tempat dugem pun bebas beroperasi. Jangan heran pula kalangan SMA sederajat pun sering mengadakan acara yang dihiasi sexy dancer itu sendiri, tak kalah dengan iklan spanduk yang mengiklankan even seperti itu di sudut-sudut kota. Naudzubillahi min dzalik. Mungkin, tak terkecuali Jogja ini. Sungguh pesta syahwat di kalangan masa dini telah menggejala.

Bagaimana dengan bacaan? Pernah suatu ketika saya main ke rumah kos teman, secara tak sengaja melihat majalah HA* yang merupakan majalah remaja terkenal. Dan sebagai remaja yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA tentu saya ingin tahu apa sih yang di kupas dan diajarkan oleh majalah itu. Setelah melihat-lihat saya terus ‘tahu’. Pantas moral remaja ini hancur. Okey, sampai sekarang saya akui banyak remaja yang pintar-pintar. Tapi nggak tahu bagaimana moralnya?
Yang dikupas di majalah/tabloid bahkan koran harian ini di antaranya tentang seragam seksi yang dipakai cewek. Yang mana media tersebut mengajak para cewek SMP/SMA untuk memakai seragam seksi dengan segala bujuk rayunya. Dengan alasan biar gaul, seksi dan menarik tentunya. Disitu juga mempublish komentar dari para cowok SMA mengenai seragam seksi cewek. Sama aja cowoknya, semuanya komentarnya menandakan setuju, walaupun (mungkin) ada salah satu yang masih melihat sisi negatifnya. Salah satu alasannya untuk memperindah pemandangan.Dasar nafsu, pikir saya.

Merambat dari masalah semakin melebarnya aurat yang diumbar. Sebagai seorang remaja saya kenal betul budaya yang sedang mengenainya. Tidak jauh-jauh kali ini adalah budaya film biru atau maaf bahasa slangnya adalah bokep. Semasa saya sekolah dulu razia barang terlarang seperti itu di sekolah sering dilakukan. Dan 1-2 orang memang pernah tertangkap basah membawanya (berupa keping VCD). Itu dulu. Nah sekarang sudah seperti apa? Belum lama, suatu kali saya ngonangi remaja yang sedang duduk-duduk di pinggir warung memegang HP-nya. Saya sedang menunggu angkutan waktu itu. Saya perhatikan aktivitasnya. Eh, tak tahunya sedang nyepep (nonton video porno) dari hapenya. Wah, kemajuan dunia kemaksiatan pun bertambah seiring dengan kemajuan teknologi, saudara. Para orang tua perlu ketahui, bahwa video itu gampang ditemukan di warnet, rental CD, ataupun lewat infrared dan bluetooth dari HP. Video/gambar itu gampang sekali tersebar karena para remaja kebanyakan masih labil kepribadiannya. (saya bayangkan lha wong yang ndeso di jogja banyak anak yang punya kok apa lagi di kota?). Bedanya mungkin kalau yang remaja ndeso bentuknya lebih ke kepingan CD yang ditonton secara menggerombol. Maklum yang punya VCD terbatas dan umumnya CD tersebut digilir buat dipinjamkan kepada teman lainnya. Dan hal itu sudah membudaya waktu saya masih SMP. Dan di kota lebih ke media HP yang videonya biasanya dilihat dalam format 3GP. Padahal budaya sepep sangat merusak moral remaja.Video yang vulgar dalam hal hubungan seksual menjadi racun yang serius. Memang awalnya dilihat doang. Tapi justru pendidikan seks yang salah ini yang menyebabkan remaja salah jalan. Sebelum nikah sudah kawin (zina) duluan. Sungguh ter…la….lu.

Jogja. Bagaimanakah kehidupan free sexnya di sana? Iip Wijayanto, seorang peneliti, yang menghasilkan kesimpulan bahwa bahwa kemudian dia menemukan 97,05 persen di antara 1.600 mahasiswi di 16 kampus yang kos di wilayah Jogja Utara mengakui pernah berhubungan seks sebelum menikah (tak perawan). (Wallahu a’lam kevalidannya-pen). Keadaan yang dapat representatif menggambarkan remaja dengan pernak-pernik duniawinya. Faktanya sudah tak asing kalau itu terjadi. Lihat saja di sekeliling kita banyak sekali tempat-tempat yang menjadi nongkrongnya anak muda dengan ikhtilat (campur), berkhalwat (berdua-duaan) bersama lawan jenis sampai larut malam. Dan pulangnya tidak tahu pasangan tersebut menginap dimana atau sewa hotel mana.
Semua itulah yang terjadi di Indonesiaku detik-detik ini, tidak hanya Jogja saja. Remaja yang menjadi tulang punggung bangsa, yang telah diwanti-wanti para pahlawan kusuma bangsa untuk meneruskan kemerdekaan ini terancam oleh virus berbahaya yang berkedok memberikan kebebasan. Dan nenek moyang yang telah mewarisi budaya Indonesia (ketimuran) dan tercelup ajaran akhlaq islam pasti geleng kepala andaikan masih hidup. Sungguh budaya moral yang gagal. Saatnya benar-benar untuk menguatkan dan mengingatkan remaja kita dalam memilih budaya dan mengekspresikan diri. Apa saran, pendapat dan komentar Anda?

Youtube bisa jadi Guru

Desember 16, 2008

dari : detikinet Pelajaran Matematika dan Fisika acapkali menjadi momok bagi siswa. Namun, kini para siswa yang kesulitan di pelajaran tersebut dapat minta tolong ke Youtube. Caranya adalah dengan menonton video tutorial di Youtube yang berisi materi Matematika, Fisika, dan Ekonomi. Salman Khan, demikian nama orang yang mengupload video-video tutorial tersebut, telah memposting sekitar 600 video tutorial di Youtube. Meskipun video tutorial ini tidak sepopuler video Bush yang dilempar sepatu di Irak, setidaknya video ini cukup diminati orang yang bermasalah dengan Matematika atau Fisika. Video tersebut telah ditonton sebanyak 50 ribu kali.

Tanggapan siswa juga positif. Dikutip detikINET dari USnews, Selasa (16/12/2008), para siswa bahkan mengaku bahwa video-video tutorial di Youtube tersebut membantu mereka memahami pelajaran Matematika lebih baik daripada guru dan buku-buku pelajaran mereka. Sebenarnya apa kuncinya sehingga video tutorial berdurasi 10 menit ini bisa diterima siswa? Jawabannya adalah karena video ini berfokus pada penjelasan konsep secara sederhana dan mudah dicerna, sehingga user mudah memahami materi.

Kalau gak ngerti bahasa Inggrisnya? Ulangi aja berkali-kali .