Skip to content

Undang-Undang tentang pornografi. Maju, Jalan!

November 4, 2008

Setelah sekian lama terjadi penggodokan, akhirnya keluar juga UU RI tentang Pornografi. Saya menyambut, alhamdulillah. Walaupun UU produk manusia ini diproses dengan ‘panas’ untuk melunakkan ‘kealotan’ para pendukung pornografi, selangkah ke arah kemjuan telah dicapai. But, jangan gembira dulu. UU selalu hanya bersifat formalitas saja jika tidak ada keinginan secara integral seluruh komponen bengsa ini untuk menjalankannya.
Walk outnya 2 golongan (PDIP dan PDS) bukan masalah. Mereka memang punya ‘pandangan sendiri’ tentang pornografi. Tuduhan ‘munafik’ bagi para pengesah UU ini anggap saja sebagai angin lalu. Kebaikan harus ditempatkan di depan. Masa depan anak-anak kita jangan lagi dikotori dengan dosa-dosa pendahulunya. Biarkan anak-anak masa depan ini menghasilkan generasi yang bersih. Bangsa ini dan umat manusia pada umumnya akan dilimpahi berkah Allah jika meninggalkan perbuatan yang tidak di sukai Allah. Tidak cukupkah pelajaran dari umat terdahulu.
Kepada saudara-saudara yang keberatan dengan UU ini, saya yakin dalam diri anda ada kekhawatiran mungkin hak anda dalam hal berbisnis, bersosialisasi akan terganggu. Tapi mari kita lihat dengan cermat dan penuh perhitungan, berapa sih keuntungan yang diperoleh dengan pembebasan hal-hal porno dengan biaya perbaikan.
Contoh sederhana: Seorang anak TK/SD yang secara tidak sengaja melihat media (TV, internet, koran, majalah, buku, tontonan) yang berisi pornografi/pornoaksi apa yang terbetik dalam pikirannya? saya pikir anak akan menyimpan hal itu dalam memorinya, dan kalaupun pada saat itu dia tidak melakukan hal yang termasuk cabul, lambat laun efeknya akan terasa, terutama saat dia sudah besar dan tidak diperisai dengan bimbingan akhlak/ etika yang baik. Begitu dari instingnya dia merasakan hal cabul itu perlu dikonsumsi sebagai pemenuhan kesenangan maka dia akan mengejarnya.Sama seperti saat anda sudah tahu yang namanya uang.Dia akan mencarinya walaupun harus dengan cara yang melanggar.Cukuplah kasus-kasus yang terjadi selama ini dan rata-rata korbannya adalah remaja perempuan disudahi. Bisnis yang mengeksploitasi kecabulan konon bernilai milyaran bahkan trilyunan. tapi bisakah seluruh uang dari bisnis itu untuk mengembalikan satu korban pelecehan (pemerkosaan) seperti sedia kala?
Pikiran sekuler yang memisahkan antara aturan dunia dan aturan Tuhan memang akan menjebak para pendukungnya untuk menolak UUAP ini. saya melihat peradaban sekuler Barat sudah melakukan evaluasi diri. Kebijakan penguasa barat juga terus berhadapan dengan keinginan masyarakat untuk keluar dari jeratan masalah akibat pemberlakuan sekulerisme. Masak kita malah mau mengikutinya. sejarawan Fukuyama boleh menganggap sejarah telah mati dengan menganggap liberalisme adalah puncak sejarah. tapi bukanlah setelah puncak gunung selalu adalah jalan menurun?
Alasan hak asasi manusia tidak berlaku, karena apakah hak merusak martabat sendiri seperti juga membunuh dirinya sendiri tidak bertentangan dengan HAM itu sendiri?

Berikut kutipan dari UUAP:

Laman: 1 2

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: